bahwasanya dulu ada seorang Habaib yang bernama Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya pernah berdakwah ke suatu daerah entah itu daerah di india atau daerah mana, dan ketika beliau mau pulang dari daerah tersebut, Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya itu diberi hadiah sebuah lampu ajaib oleh masyarakat daerah tersebut sebagai bentuk dari cinta masyarakat daerah tersebut kepada Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya. kemudian masyarakat tersebut mengatakan "Wahai habib, ini adalah sebuah lampu ajaib yang mana lampu ini didalamnya ada sebuah khodam atau jin, kalau antum perlu sesuatu, antum gosok itu lampu maka akan keluar khodam atau jin tersebut dan akan menuruti atas segala apapun perintah antum terhadap khodam atau jin tersebut ya habib". dengan tersenyum dan berkata Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya kepada masyarakat daerah tersebut "Ya baiklah saya akan terima hadiah lampu itu".
kemudian dibawalah pulang lampu tersebut oleh Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya ke kota tarim hadromaut. sehingga pada suatu hari Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya beliau penasaran dan Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya ingin tahu apa benar perkataan masyarakat yang memberi Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya lampu ajaib itu, bahwa lampu ajaib tersebut ada khodam atau jinnya, sehingga digosoklah lampu tersebut oleh Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya sembari dengan mengucapkan Bismillahir rohmaanir rohiim, maka dengan seketika keluarlah khodam atau jin tersebut dari lampu ajaib tersebut.
dan kemudian khodam atau jin tersebut mengatakan "Apa permintaanmu akan saya kerjakan". kemudian Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya menjawab dari perkataan khodam atau jin tersebut "Ana tidak perlu apa-apa, ana hanya ingin tahu benar tidak rahasia Allah yang ada dilautan bahwasanya di lautan itu ada sebuah permata yang begitu berharga dan begitu mahal, jadi tolong sekarang ambilkan permata tersebut, apakah kamu bisa?" maka khodam atau jin tersebut menjawab "Saya bisa" dan kemudian menghilanglah khodam atau jin tersebut. dan khodam tersebut pergi kelaut dan kemudian mengambil semangkok permata yang tidak pernah dilihat oleh Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya. kemudian khodam atau jin tersebut memberikan semangkok permata tersebut kepada Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya dan khodam tersebut berkata "Ini semangkok permata dari lautan yang kamu minta sudah saya siapkan". dengan santai dan tersenyum Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya berkata "Tidak,tidak. sekarang tugas kamu kembalikan semangkok permata tersebut ke lautan dan kemduian masuklah lagi dalam lampu itu lagi". dengan sekejap mata semangkok permata tersebut menghilang dari pandangan Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya dan kemudian si khodam atau si jin tersebut masuk kedalam lampu ajaib tersebut lagi.
setelah khodam atau jin tersebut itu masuk lagi kedalam lampu ajaib tersebut maka Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya, lampu ajaib tersebut diambil oleh Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya dan kemudian dibanting sambil berkata "Saya tidak butuh lampu ini, saya hanya ingin tahu saja, apa benar lampu pemberian ini ada khodam atau jinnya atau hanya sebuah cerita atau dongeng saja. saya hanya ingin membenarkan perkataan masyarakat di tempat daerah saya berdakwah".
kalau di yaman itu mempunyai kebiasaan, mereka setelah sholat shubuh dan sholat ashar mereka semua bersalaman, imam berdiri dan makmum berbaris untuk bersalaman. Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya mencoba lampu tersebut pada malam hari dan ketika esok paginya Al-Habib Abdullah bin Husein bin Thohir adalah paman dari Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya. ketika shubuh Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya mau bersalaman kepada Al-Habib Abdullah bin Husein bin Thohir, dan ketika Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya mau bersalaman kepada Al-Habib Abdullah bin Husein bin Thohir,tangan dari Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya ditolak oleh Al-Habib Abdullah bin Husein bin Thohir dan tidak diterima oleh Al-Habib Abdullah bin Husein bin Thohir sambil berkata "Tidak", kemudian Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya bertanya "Kenapa wahai pamanku?". kemudian Al-Habib Abdullah bin Husein bin Thohir menjawab "Bukan kebiasaan dari kakek-kakek dan orang tua orang tua kita mempergunakan jin untuk mengambil manfaatnya". kemudian Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya berkata "Demi Allah saya tidak mengambil sedikitpun manfaat dari jin tersebut, saya hanya ingin membuktikan apakah bisa jin mengambil sesuatu dari laut dan saya ingin hanya ingin mengetahui rahasia Allah yang ada dilautan". namun Al-Habib Abdullah bin Husein bin Thohir tetap bersihkukuh untuk tidak bersalaman dengan Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya sehingga membuat Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya menjadi sumpek dan bertobat dari yang namanya berurusan dengan jin.
tags:
apa cerita aladin dan lampu ajaib
apa nilai moral yang dapat kamu pelajari dari cerita aladin dan lampu ajaib
siapa yang muncul ketika aladin menggosok lampu ajaib
bagaimana sifat aladin
video aladin dan lampu ajaib
cerita aladin dan lampu ajaib berasal dari
kesimpulan dari aladin dan lampu ajaib
pesan moral dari cerita aladin dan lampu ajaib
cerita fiksi aladin dan lampu ajaib singkat
cerita aladin dan lampu ajaib pdf
amanat cerita aladin dan lampu ajaib
tema cerita aladin dan lampu ajaib
video aladin dan lampu ajaib
kesimpulan dari aladin dan lampu ajaib
cerita aladin dan lampu ajaib pdf
amanat cerita aladin dan lampu ajaib
cerita aladin dan lampu ajaib berasal dari
cerita fiksi aladin dan lampu ajaib singkat
aladdin dan lampu ajaib jin
aladdin dan lampu ajaib putri jasmine
aladdin dan lampu ajaib kartun
aladdin dan lampu ajaib cerita aladin
aladdin dan lampu ajaib dongeng aladin
aladdin dan lampu ajaib film
aladdin dan lampu ajaib princess jasmine
aladdin dan lampu ajaib cerita fiksi
aladdin dan lampu ajaib disney
aladdin dan lampu ajaib cerita rakyat
aladdin dan lampu ajaib cerita dongeng
aladdin dan lampu ajaib teko ajaib

Komentar
Posting Komentar