Langsung ke konten utama

Kisah Seorang Habaib dan lampu ajaib

ilusi lampu ajaib aladin
kisah sebuah lampu ajaib bukanlah sebuah dongeng belaka yang mana dalam dongeng tersebut lampu ajaib dimiliki seseorang yang bernama Aladin. namun kisah sebuah lampu ajaib adalah kisah nyata yang mana Kisah ini didapat dari Al-Habib Muhammad Al-Aydrus, Beliau juga berdakwah di pondoknya Al-Habib Umar bin Hafidz Darul Musthofa yaman hadromaut. 

bahwasanya dulu ada seorang Habaib yang bernama Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya pernah berdakwah ke suatu daerah entah itu daerah di india atau daerah mana, dan ketika beliau mau pulang dari daerah tersebut, Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya itu diberi hadiah sebuah lampu ajaib oleh masyarakat daerah tersebut sebagai bentuk dari cinta masyarakat daerah tersebut kepada Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya. kemudian masyarakat tersebut mengatakan "Wahai habib, ini adalah sebuah lampu ajaib yang mana lampu ini didalamnya ada sebuah khodam atau jin, kalau antum perlu sesuatu, antum gosok itu lampu maka akan keluar khodam atau jin tersebut dan akan menuruti atas segala apapun perintah antum terhadap khodam atau jin tersebut ya habib". dengan tersenyum dan berkata Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya kepada masyarakat daerah tersebut "Ya baiklah saya akan terima hadiah lampu itu".

kemudian dibawalah pulang lampu tersebut oleh Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya ke kota tarim hadromaut. sehingga pada suatu hari Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya beliau penasaran dan Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya ingin tahu apa benar perkataan masyarakat yang memberi Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya lampu ajaib itu, bahwa lampu ajaib tersebut ada khodam atau jinnya, sehingga digosoklah lampu tersebut oleh Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya sembari dengan mengucapkan Bismillahir rohmaanir rohiim, maka dengan seketika keluarlah khodam atau jin tersebut dari lampu ajaib tersebut. 

Kisah Alhabib abdullah bin hasan al-attos

dan kemudian khodam atau jin tersebut mengatakan "Apa permintaanmu akan saya kerjakan". kemudian Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya menjawab dari perkataan khodam atau jin tersebut "Ana tidak perlu apa-apa, ana hanya ingin tahu benar tidak rahasia Allah yang ada dilautan bahwasanya di lautan itu ada sebuah permata yang begitu berharga dan begitu mahal, jadi tolong sekarang ambilkan permata tersebut, apakah kamu bisa?" maka khodam atau jin tersebut menjawab "Saya bisa" dan kemudian menghilanglah khodam atau jin tersebut. dan khodam tersebut pergi kelaut dan kemudian mengambil semangkok permata yang tidak pernah dilihat oleh Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya. kemudian khodam atau jin tersebut memberikan semangkok permata tersebut kepada Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya dan khodam tersebut berkata "Ini semangkok permata dari lautan yang kamu minta sudah saya siapkan". dengan santai dan tersenyum Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya berkata "Tidak,tidak. sekarang tugas kamu kembalikan semangkok permata tersebut ke lautan dan kemduian masuklah lagi dalam lampu itu lagi". dengan sekejap mata semangkok permata tersebut menghilang dari pandangan Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya dan kemudian si khodam atau si jin tersebut masuk kedalam lampu ajaib tersebut lagi.

setelah khodam atau jin tersebut itu masuk lagi kedalam lampu ajaib tersebut maka Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya, lampu ajaib tersebut diambil oleh Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya dan kemudian dibanting sambil berkata "Saya tidak butuh lampu ini, saya hanya ingin tahu saja, apa benar lampu pemberian ini ada khodam atau jinnya atau hanya sebuah cerita atau dongeng saja. saya hanya ingin membenarkan perkataan masyarakat di tempat daerah saya berdakwah".

kalau di yaman itu mempunyai kebiasaan, mereka setelah sholat shubuh dan sholat ashar mereka semua bersalaman, imam berdiri dan makmum berbaris untuk bersalaman. Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya mencoba lampu tersebut pada malam hari dan ketika esok paginya Al-Habib Abdullah bin Husein bin Thohir adalah paman dari Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya. ketika shubuh Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya mau bersalaman kepada Al-Habib Abdullah bin Husein bin Thohir, dan ketika Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya mau bersalaman kepada Al-Habib Abdullah bin Husein bin Thohir,tangan dari Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya ditolak oleh  Al-Habib Abdullah bin Husein bin Thohir dan tidak diterima oleh Al-Habib Abdullah bin Husein bin Thohir sambil berkata "Tidak", kemudian Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya bertanya "Kenapa wahai pamanku?". kemudian Al-Habib Abdullah bin Husein bin Thohir menjawab "Bukan kebiasaan dari kakek-kakek dan orang tua orang tua kita mempergunakan jin untuk mengambil manfaatnya". kemudian Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya berkata "Demi Allah saya tidak mengambil sedikitpun manfaat dari jin tersebut, saya hanya ingin membuktikan apakah bisa jin mengambil sesuatu dari laut dan saya ingin hanya ingin mengetahui rahasia Allah yang ada dilautan". namun Al-Habib Abdullah bin Husein bin Thohir tetap bersihkukuh untuk tidak bersalaman dengan Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya sehingga membuat Al-Habib Abdullah bin Umar bin Yahya menjadi sumpek dan bertobat dari yang namanya berurusan dengan jin.

tags:

apa cerita aladin dan lampu ajaib

apa nilai moral yang dapat kamu pelajari dari cerita aladin dan lampu ajaib

siapa yang muncul ketika aladin menggosok lampu ajaib

bagaimana sifat aladin

video aladin dan lampu ajaib

cerita aladin dan lampu ajaib berasal dari

kesimpulan dari aladin dan lampu ajaib

pesan moral dari cerita aladin dan lampu ajaib

cerita fiksi aladin dan lampu ajaib singkat

cerita aladin dan lampu ajaib pdf

amanat cerita aladin dan lampu ajaib

tema cerita aladin dan lampu ajaib

video aladin dan lampu ajaib

kesimpulan dari aladin dan lampu ajaib

cerita aladin dan lampu ajaib pdf

amanat cerita aladin dan lampu ajaib

cerita aladin dan lampu ajaib berasal dari

cerita fiksi aladin dan lampu ajaib singkat

aladdin dan lampu ajaib jin

aladdin dan lampu ajaib putri jasmine

aladdin dan lampu ajaib kartun

aladdin dan lampu ajaib cerita aladin

aladdin dan lampu ajaib dongeng aladin

aladdin dan lampu ajaib film

aladdin dan lampu ajaib princess jasmine

aladdin dan lampu ajaib cerita fiksi

aladdin dan lampu ajaib disney

aladdin dan lampu ajaib cerita rakyat

aladdin dan lampu ajaib cerita dongeng

aladdin dan lampu ajaib teko ajaib


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah seorang Habaib dan ikan terbesar di dunia

Dikisahkan bahwa kisah ini terjadi pada zaman Sayyidil Habib Ahmad bin Hasan Al-Attos. Pada dulu kala para salafunas sholeh sangatlah gemar melakukan musafir, berdaganng sekalian berdakwah. seperti halnya para wali songo yang ada di indonesia. dan kebiasaan tersebut sangatlah lekat dengan para ulama-ulama kita terdahulu. mereka senang dan gemar mengarungi lautan. dan hal tersebut juga dilakukan oleh Sayyidil Habib Ahmad bin Hasan Al-Attos.  beliau melakukan perjalanan yang melewati lautan beserta rombongannya. ditengah perjalanan Sayyidil Habib Ahmad bin Hasan Al-Attos melihat sebuah pulau yang besar dan gersang yang berada di tengah lautan luas. sehingga beliau berniat berhenti sejenak di pulau tersebut sembari ingin melakukan sholat dan kegiatan-kegiatan lainnya seperti makan, masak dan lain sebagainya.  di pulau tersebut Sayyidil Habib Ahmad bin Hasan Al-Attos beserta rombongannya melakukan aktifitas seperti biasa, Sayyidil Habib Ahmad bin Hasan Al-Attos melakukan sholat da...

Kisah bergurunya ibnu arabi kepada seekor ikan kecil

pada dulu kala ada seorang ulama besar dan seorang imam besar yang bernama Al-Ibnu Arabi. Imam Al-Ibnu arabi pernah Allah berikan pelajaran di tengah lautan hanya dengan seekor ikan kecil. Alkisah pada waktu itu ketika Al-Imam Al-Ibnu arabi melakukan perjalanan dengan menaiki perahu, di tengah lautan Al-Imam Al-Ibnu arabi di hempas oleh ombak-ombak yang besar yang tiada henti-hentinya. pada waktu ketika ombak begitu besar Al-Imam Al-Ibnu arabi mengatakan diatas perahu "Wahai lautan yang kecil diam kau. karena diatas engkau ada lautan ilmu yang sangat besar sedang melakukan perjalanan". setelah AlImam Al-Ibnu arabi mengatakan perkataan tersebut, kemudian Allah menunddukkan lautan tersebut dengan wasilah perkataan AlImam Al-Ibnu arabi sehingga lautan tersebut menjadi tenang dan tidak ada lagi ombak-ombak besar. dan Allah memang membuat semua Alam itu tunduk kepada orang alim, bahkan dikatakan bahwasanya "Siapa orang yang memiliki ilmu dan mengamalkan ilmunya maka Allah jad...