Dikisahkan bahwa kisah ini terjadi pada zaman Sayyidil Habib Ahmad bin Hasan Al-Attos. Pada dulu kala para salafunas sholeh sangatlah gemar melakukan musafir, berdaganng sekalian berdakwah. seperti halnya para wali songo yang ada di indonesia. dan kebiasaan tersebut sangatlah lekat dengan para ulama-ulama kita terdahulu. mereka senang dan gemar mengarungi lautan. dan hal tersebut juga dilakukan oleh Sayyidil Habib Ahmad bin Hasan Al-Attos.
beliau melakukan perjalanan yang melewati lautan beserta rombongannya. ditengah perjalanan Sayyidil Habib Ahmad bin Hasan Al-Attos melihat sebuah pulau yang besar dan gersang yang berada di tengah lautan luas. sehingga beliau berniat berhenti sejenak di pulau tersebut sembari ingin melakukan sholat dan kegiatan-kegiatan lainnya seperti makan, masak dan lain sebagainya.
di pulau tersebut Sayyidil Habib Ahmad bin Hasan Al-Attos beserta rombongannya melakukan aktifitas seperti biasa, Sayyidil Habib Ahmad bin Hasan Al-Attos melakukan sholat dan yang lainnya melakukan kegiatan yang lain. dan ketika di pertengahan melakukan sholat, Sayyidil Habib Ahmad bin Hasan Al-Attos merasakan bahwa pulau tersebut bergerak-gerak seperti terjadi gempa bumi. maka dipercepatlah sholat tersebut yang di pimpn oleh Sayyidil Habib Ahmad bin Hasan Al-Attos itu dan kemudian beliau menyuruh seluruh rombongan untuk cepat-cepat menaiki perahu.
dan setelah sesampainya mereka di perahu, pulau tersebut dengan sekejap menghilang dari pandangan mata dan langsung tengglem kedalam lautan yang diringi semburan air keatas, sehingga Sayyidil Habib Ahmad bin Hasan Al-Attos mengatakan "Masya Allah". kemudian ada seorang yang bertanya dalam rombongan tersebut kepada Sayyidil Habib Ahmad bin Hasan Al-Attos "Apakah itu wahai habib?"."ketahuilah bahwasanya yang kita tempati tadi adalah bukan pulau, akan tetapi itu adalah ikan yang sangat besar" jawab Sayyidil Habib Ahmad bin Hasan Al-Attos. kemudian Sayyidil Habib Ahmad bin Hasan Al-Attos berkata "Ayo kita ulangi lagi sholat kita tadi, karena kita melakukan sholat tadi dengan tergesa-gesa dan tidak khusyuk karena pulau itu tadi bergerak"."Wahai habib, jika engkau ingin mengulangi sholat terserah anda wahai habib, kalau saya tidak akan mengulangi sholat lagi habib" sahut orang dalam rombongan Sayyidil Habib Ahmad bin Hasan Al-Attos tersebut."kenapa wahai fulan?" tanya Sayyidil Habib Ahmad bin Hasan Al-Attos. "karena saya terkencing-kencing melihat ikan tersebut wahai habib karena besarnya rasa ketakutan saya wahai habib" jawab orang tersebut. sambil tersenyum Sayyidil Habib Ahmad bin Hasan Al-Attos beliau melangkah dan melakukan sholat dengan yang lainnya dalam rombongan tersebut.
betapa Allah sangatlah kuasa dan maha hebat menciptakan sebuah ikan yang sangat besar di dalam lautan. sehingga ikan tersebut bisa ditempati oleh seluruh rombongan Sayyidil Habib Ahmad bin Hasan Al-Attos.
tags:
karomah habib husein keramat luar batang
cicit nabi muhammad yang masih hidup sekarang
silsilah habib husein bin abu bakar alaydrus
nama kakek habib husein bin abubakar alaydrus
ikan terbesar di dunia yang masih hidup
ikan terbesar di dunia yang pernah ditangkap
amalan habib husein luar batang
siapa kakek habib husein bin abubakar alaydrus
karomah habib husein keramat luar batang
ikan terbesar di dunia yang masih hidup
amalan habib husein luar batang
siapa kakek habib husein bin abubakar alaydrus
cicit nabi muhammad yang masih hidup sekarang
silsilah habib husein bin abu bakar alaydrus

Komentar
Posting Komentar