pada dulu kala ada seorang ulama besar dan seorang imam besar yang bernama Al-Ibnu Arabi. Imam Al-Ibnu arabi pernah Allah berikan pelajaran di tengah lautan hanya dengan seekor ikan kecil.
Alkisah pada waktu itu ketika Al-Imam Al-Ibnu arabi melakukan perjalanan dengan menaiki perahu, di tengah lautan Al-Imam Al-Ibnu arabi di hempas oleh ombak-ombak yang besar yang tiada henti-hentinya. pada waktu ketika ombak begitu besar Al-Imam Al-Ibnu arabi mengatakan diatas perahu "Wahai lautan yang kecil diam kau. karena diatas engkau ada lautan ilmu yang sangat besar sedang melakukan perjalanan". setelah AlImam Al-Ibnu arabi mengatakan perkataan tersebut, kemudian Allah menunddukkan lautan tersebut dengan wasilah perkataan AlImam Al-Ibnu arabi sehingga lautan tersebut menjadi tenang dan tidak ada lagi ombak-ombak besar.
dan Allah memang membuat semua Alam itu tunduk kepada orang alim, bahkan dikatakan bahwasanya "Siapa orang yang memiliki ilmu dan mengamalkan ilmunya maka Allah jadikan seluruh alam khidmah atau tunduk kepada orang yang mempunyai ilmu dan mengamlkan ilmunya".
setelah lautan tersebut redah dan tenang disaat itulah Allah memberikan sedikit perlajaran buat hamba-hambanya yang dicintai-Nya. maka di munculkanlah seekor ikan kecil yang biasa kita sebut dengan ikan teri dan dengan izin Allah ikan kecil tersebut bisa berbicara sambil mengatakan "Wahai lautan ilmu". mendengar kata-kata tersebut sang AlImam Al-Ibnu arabi bingung karena ada suara tanpa wujud. karena memang sang AlImam Al-Ibnu arabi tidak melihat wujud ikan kecil tersebut karena dari kecilnya sehingga AlImam Al-Ibnu arabi mengatakan "Siapa kah kau gerangan yang mengatakan hal tersebut?"."Saya adalah seekor ikan kecil di bawah mu" jawab sang ikan kecil tersebut. setelah mengetahui keberadaan ikan tersebut sang Imam Al-Ibnu arabi bertanya "Mau apa kau wahai ikan kecil?". "Wahai lautan ilmu saya mau tanya tentang suatu maslaahku kepadamu." jawab ikan kecil tersebut."Ya silahkan wahai ikan kecil, utarakanlah permasalahanmu" jawab sang Imam Al-Ibnu arabi. dan dalam hati sang Imam Al-Ibnu arabi bergumam "paling pertanyaan ikan kecil ini hanya seputar tentang air musta'mal atau tidak musta'mal atau air mutanajjis atau mutaghoyyir". "Wahai lautan ilmu, kau adalah lautan ilmu yang sangat besar bahkan lautan ini bisa kau tundukkan hanya dengan kata-kata. sekarang saya mau tanya wahai syeh. jika ada dua orang berjalan kemudian yang satu kepeleset ketika kepeleset langsung jadi batu. dan yang satu lagi kepleset langsung berubah jadi ikan. sekarang permasalahannya adalah status istrinya dua orang tersebut yang menunggu mereka berdua dirumah wahai syeh. karena mereka berdua sudah berubah bentuk, yang satu jadi batu yang satu jadi ikan, yang satu jadi benda mati yang satu tetep jadi mahluk hidup. talaknya jadi talak apa wahai syeh dan bagaimana iddah kedua istri orang tersebut?" tanya sang ikan tersebut kepada AlImam Al-Ibnu arabi. sehingga pertanyaan ikan tersebut menjadi sebuah permasalahan yang begitu rumit di dalam benak AlImam Al-Ibnu arabi.
sambil terus berpikir Imam Al-Ibnu arabi yang belum menemukan jawabannya, bertanya lah lagi sang ikan kecil tersebut "Bagaimana wahai syeh sudah adakah jawabannya?". "Belum wahai ikan, ini saya masih terus berpikir untuk mencari jawabanmu" jawab AlImam Al-Ibnu arabi. "Katanya kamu adalah lautan ilmu yang sangat besar, kenapa tidak bisa menjawab pertanyaan dariku yang sangat gampang sekali?" sahut ikan tersebut. dan sang Imam Al-Ibnu arabi hanya bisa tertunduk dan terdiam. "Makanya syeh jangan pernah sombong karena diatas orang alim ada orang yang lebih alim" sahtu ikan tersebut lagi. maka benarlah kata pepatah diatas langit masih ada langit. atau kata pepatah dari mesir jangan sok alim karena yang lebih alim dari kamu banyak, jangan sok kaya karena yang lebih kaya dari kamu banyak.
kemudian AlImam Al-Ibnu arabi bertanya kepada ikan tersebut "Memang kamu tahu jawaban dari pertanyaan kamu itu wahai ikan?"."kalau aku pasti tahu jawabannya wahai syeh" jawab ikan kecil tersebut."Memang apa jawabannya wahai ikan?" tanya AlImam Al-Ibnu arabi lagi kepada ikan kecil tersebut. "Akan saya beritahau kepada engkau wahai syeh tapi ada syaratnya" kata ikan kecil tersebut. "Apa syaratnya wahai ikan?" tanya AlImam Al-Ibnu arabi dengan rasa sangat penasaran."syaratnya adalah tulislah dalam kitabmu bahwa salah satu dari gurumu adalah seekor ikan teri atau ikan kecil. kalau kamu sanggup wahai syeh maka akan aku beri jawabannya. dan kalau kamu tidak sanggup maka saya tidak akan beri jawabannya kepada kamu wahai syeh. dan kamu akan malu mengaku lautan ilmu tapi tidak bisa jawab pertanyaan dari seekor ikan kecil" jawab ikan kecil tersebut. "Aku siap dengan syaratmu yaitu aku siap menjadi santrimu dan akan aku tulis dalam kitabku bahwa salah satu dari guruku adalah ikan teri atau ikan kecil wahai ikan kecil." dengan lantang dan tegas sang Imam Al-Ibnu arabi menjawab tantangan dan syarat dari ikan tersebut."dan sekarang apa jawaban dari pertanyaan mu itu wahai ikan kecil?" tanya Al-Imam Al-Ibnu Arabi."Jawabannya adalah ketika seseorang jatuh terpeleset kemudian di jadi batu maka iddahnya ikut iddah orang mati karena batu adalah benda mati. jika seoranng yang dirubah bentuk yang asalnya manusia menjadi seekor ikan atau jadi binatang maka iddahnya mengikuti iddah talaq." jawab sang ikan kecil tersebut."dan mulai sekarang tulislah di kitabmu bahwa salah satu gurumu adalah aku seekor ikan kecil" sahut ikan kecil tersebut.
dan dari saat itulah Al-Imam Al-Ibnu arabi resmi menjadi santri dari seekor ikan kecil yang Allah kirim sebagai bentuk pelajaran untuk hamba-hamba yang dicintai-Nya. dan dengan ketawadduan sang Imam Al-Ibnu arabi meski beliau sudah menjadi ulama dan imam besar di zaman itu beliau mau menerima dan menyatakan bahwa dirinya adalah santri dari seekor ikan kecil tanpa mengurangi sedikitpun kebesaran yang beliau sandang pada waktu itu.
tags:
karomah ibnu arabi
ibnu arabi pencuri terkejam
tasawuf ibnu arabi pdf
kesesatan ibnu arabi
pemikiran ibnu arabi
perbedaan ibnu arabi dan ibnu al arabi
kata-kata ibnu arabi
penyebab kematian ibnu arabi
ibnu arabi pencuri terkejam
karomah ibnu arabi
kesesatan ibnu arabi
tasawuf ibnu arabi pdf
wahdatul wujud ibnu arabi
penyebab kematian ibnu arabi

Komentar
Posting Komentar